5 Jenis Baju Tradisi Maluku, Gabungan Kebaya serta Kain Ciri khas

5 Jenis Baju Tradisi Maluku, Gabungan Kebaya serta Kain Ciri khas

Bicara keelokan alam serta budaya di timur Indonesia, Maluku simpan banyak ‘harta karun’ didalamnya. Maluku dipanggil untuk Propinsi Seribu Pulau sebab ada kira-kira 1400 pulau besar sampai kecil dalam lingkup areanya.

Kecuali pantai-pantai serta keelokan alamnya yang masih tetap asli, budaya indonesia kenakan pakaian ciri khas Maluku punyai kekhasan tertentu. Kebaya yang terkenal di Pulau Jawa rupanya jadi baju ciri khas wanita Maluku, tentunya dengan sedikit ketidaksamaan pada coraknya.

Berikut lima jenis baju ciri khas tradisi Maluku. Setiap upacara tradisi punyai baju tradisi yang berlainan, lho. Yuk, baca!Baju tradisi Maluku yang sangat terkenal ialah setelan pakaian cele atau kain salele. Kain berwarna merah dengan corak keemasan ini dipakai oleh pengantin yang mengadakan pernikahan sesuai dengan tradisi Maluku.

Satu setel pakaian cele pria terbagi dalam celana kain berwarna hitam atau putih, baju putih dengan kerah lingkar, sepatu pantofel, jas merah ciri khas pakaian cele, dan sabuk yang memiliki bahan fundamen kain salele.Untuk wanita, setelan pakaian cele terbagi dalam kain sarung, kebaya putih, selop, konde, serta hiasan kepala. Selanjutnya diperlengkapi dengan kain lenso yang dikalungkan di leher serta menjuntai ke dada membuat huruf v.

Hiasan kepala yang dipakai pada pakaian cele wanita terbagi dalam kak kuping yang sejumlah empat tusuk, dan bunga ron yang memiliki bentuk melingkar di atas konde.Kebaya yang sejauh ini semakin diketahui untuk baju ciri khas wanita suku Jawa, rupanya jadi pakaian tradisi di Maluku. Kebaya putih memiliki bahan brokat dengan motif bunga besar yang jarang dikenai wanita Maluku pada acara penting seperti acara pesta rakyat.

Untuk pria, baju baniang jadi baju yang harus dipunyai. Sepintas seperti baju putih biasanya dengan kancing hitam kecil. Ketidaksamaan terdapat pada kerah, baju baniang mempunyai kerah melingkar.Nenek moyang masyarakat Maluku sebagian besar berlagakma nasrani. Mereka biasa kenakan kebaya hitam polos atau mungkin dengan sedikit akesoris berwarna keemasan untuk pergi melaksanakan ibadah ke gereja.

Budaya yang di turunkan dari waktu ke waktu ini memicu timbulnya nama kebaya hitam gereja. Bila wanita Maluku memakai kebaya hitam, beberapa pria umumnya kenakan setelan celana bahan serta jas hitam dengan baju baniang didalamnya.Beberapa orang asli Maluku diketahui senang membuat acara pesta rakyat serta berdansa. Beberapa wanita disana kenakan pakaian nona rok di acara-acara penting itu. Sepintas seperti dengan pakaian cele wanita, tetapi tanpa ada memakai kain lenso serta hiasan kepala.

Pakaian nona rok terbagi dalam kebaya putih ciri khas Maluku serta kain sarung merah atau hitam dengan corak keemasan untuk bawahannya.

Baju tradisi Maluku termasuk sederhana sebab tidak banyak kenakan aksesori serta kain yang berlapis-lapis. Warna hitam, merah, putih serta corak keemasan jadi ciri uniknya. Ditambah konde simpel yang buat wanita Maluku semakin terlihat pesonanya.